Saturday, February 27th, 2010

Laporan Sidang UNDP pada HNMUN 2010

Beberapa hari yang lalu saya mengikuti HNMUN 2010 di Boston, USA. Saya di-assign pada komite UNDP. Nah, ngapain aja tuh sidangnya? Boleh liat di laporan saya berikut 😀

UNDP Committee in HNMUN 2010

UNDP Committee in HNMUN 2010

Delegasi dari Sierra Leone mengirimkan Alvi Syahrina dalam komite United Nations Development Program. Pada sidang kali ini komite telah menyetujui untuk membahas topik Increasing Nutritional Diversity in the Developing World (Peningkatan Keberagaman Nutrisi pada Negara Berkembang).

Click here to read more

Wednesday, February 24th, 2010

Wonderful Journey

Song is called ‘At the Beginning’.

(Donna)We were strangers,
starting out on a journey
Never dreaming
what we’d have to go through
Now here we are,
and I’m suddenly standing,
at the beginning with you

(Richard)No one told me
I was going to find you,
Unexpected
what you did to my heart,
(BOTH)When I lost hope
you were there to remind me
this is the start

(Chorus) life is a road
and I wanna keep going
love is a river
I wanna keep flowing
life is a road
now and forever
wonderful journey

ill be there when the world stops turning
ill be there when the storm is through
in the end I wanna be standing
at the beginning with you

(Donna) We were strangers
on a crazy adventure
(Richard) Never dreaming
how our dreams would come true
(Both)Now here we stand unafraid of the future
At the beginning with you

(Chorus)

I knew there was somebody somewhere
Like me alone in the dark
Now I know my dream will live on
Ive been waiting so long
nothings gonna tear us apart

(Corus)

Life is a road and I wanna keep going
Love is a river I wanna keep going on
Starting out on a journey

Life is a road I wanna keep going
Love is a river I wanna keep flowing
In the end I wanna be standing
at the beginning with you

Tuesday, January 12th, 2010

The Mayo Jar Philosophy

The Mayonnaise Jar

When things in your life seem, almost too much to handle,
When 24 Hours in a day is not enough,
Remember the mayonnaise jar and 2 cups of coffee.

A professor stood before his philosophy class and had some items in front of him.
When the class began wordlessly,
He picked up a very large and empty mayonnaise jar and proceeded to fill it with golf balls.

He then asked the students, if the jar was full. They agreed that it was.

The professor then picked up a box of pebbles and poured them into the jar. He shook the jar lightly.
The pebbles rolled into the open areas between the golf balls.

He then asked the students again if the jar was full. They agreed it was.

The professor next picked up a box of sandand poured it into the jar.
Of course, the sand filled up everything else.
He asked once more if the jar was full. The students responded with a unanimous ‘yes.’

The professor then produced two cups of coffee from under the table and poured the entire contents into the jar, effectively filling the empty space between the sand. The students laughed.

‘Now,’ said the professor, as the laughter subsided,
‘I want you to recognize that this jar represents your life.
The golf balls are the important things – family, children, health, Friends, and Favorite passions –
Things that if everything else was lost and only they remained, Your life would still be full.

The pebbles are the other things that matter like your job, house, and car.

The sand is everything else –The small stuff.

‘If you put the sand into the jar first’ He continued, ‘there is no room for the pebbles or the golf balls.
The same goes for life.

If you spend all your time and energy on the small stuff, You will never have room for the things that are important to you.

So ……

Pay attention to the things that are critical to your happiness.
Play With your children.
Take time to get medical checkups.
Take your partner out to dinner.

There will always be time to clean the house and fix the disposal.

‘Take care of the golf balls first —
The things that really matter.
Set your priorities. The rest is just sand.’

One of the students raised her hand and inquired what the coffee represented.

The professor smiled.
‘I’m glad you asked’.

It just goes to show you that no matter how full your life may seem,
there’s always room for a couple of cups of coffee with a friend.’

Please share this with other “Golf Balls”

Friday, January 1st, 2010

march 9th

in the midst of flowing seasons,
I suddenly feel the length of the days
in the midst of passing restless days,
you and I are painting our dreams

place our feelings in the wind of March
where the sakura blossoms are going towards spring

grains of light are overflowing,
bit by bit, starting to warm the morning
and after a big yawn,
i’m feeling a bit awkward by your side

standing at the door to a new world,
what I realized is that I’m not alone

if i close my eyes, you are
always behind my eyelids
isn’t that what made me stronger?
I, too, want to be like that for you…

the dust-carrying whirlwinds
are entangling the laundry
but the white moon before the noon sky
was so beautiful that I’m fascinated

there are things that didn’t go well, but
compared to the sky, they seem so small

the blue sky, by the moment
the fluffy clouds are swaying quietly
the pleasure of waiting for the blooming petals,
if we can share it, then that’s a blessing

from now on, smile gently beside me…

if i close my eyes, you are
always behind my eyelids
isn’t that what made me stronger?
I, too, want to be like that for you…

Sunday, December 20th, 2009

Kasus Ibu Prita vs RS Omni

Pertama kali mendengar kasus Ibu Prita vs RS Omni, yang ada di benakku adalah, yaampun ada ya rumah sakit yang kaya gini, memperlakukan pasien tanpa memberi kejelasan apa yang dilakukan. Ditambah lagi pasien yang ngeluh malah dituntut.

Nah sekarang saya harus menuliskan sedikit analisis tentang kasus yang terjadi. Coba deh kita bikin timeline kejadiannya terlebih dahulu. Berdasarkan sedikit penelitian yang saya lakukan, dengan blogwalking, mengumpulkan informasi dari internet, yang terjadi adalah sebagai berikut.

  • Ibu Prita jatuh sakit, kemudian beliau berobat ke RS Omni. Sayangnya di Rumah Sakit ini, beliau merasakan kekecewaan, karena ternyata ada kesalahan pemeriksaan, kemudian beliau malah merasa bertambah sakit, karena diberi berbagai macam suntikan yang tujuannya tidak dijelaskan oleh pihak Rumah Sakit, kemudian beliau ingin berpindah rumah sakit, ternyata dipersulit juga. Kemudian biaya yang dihabiskan untuk berobat yang entah sesuai dengan penyakitnya atau tidak, menjadi sangat besaaaaaaaaaaaaar. Bagaimana mungkin seorang customer tidak sakit hati dengan kejadian seperti ini?
  • Ibu Prita kemudian menuliskan keluh kesahnya dalam email yang dikirimkan ke beberapa teman dekatnya. Semenjak kasus ini mencuat, email Ibu Prita pun sudah terpublikasikan di berbagai media, meskipun saya juga tidak bisa menjamin keasliannya dan entah benar email ini atau bukan yang dijadikan bukti di persidangan. Nah dalam bagian ini yang saya sayangkan ada isi dari email itu yang sedikit menuduh dan menjelekkan pihak RS Omni. Ada kata-kata ‘pembohong besar’ bahkan subyek emailnya pun mengatakan tentang ‘penipuan’.
  • Sepertinya salah satu teman yang menerima email dari Ibu Prita ini meneruskan email ke pihak RS Omni. RS Omni pun tidak terima dengan email yang dituliskan Ibu Prita, karena memang banyak unsur menjelekkan, mengatakan tidak profesional, dst. Kemudian mereka memutuskan membawa permasalahan ini ke jalur hukum dengan tuntutan pencemaran nama baik di media elektronik.

Oke sampai poin ini menurut pengamatanku Ibu Prita pasti sangat kaget dan tidak percaya karena dirinya dituntut karena mencemarkan nama baik, padahal beliau sudah tersakiti oleh pihak RS. Pihak RS bukannya memberi kejelasan dan meminta maaf eh malah menuntut! Tapi di sini kita perli melihat lagi apa yang terjadi, apakah cara menyampaikan keluhan ibu Prita sudah tepat atau memang melanggar UU ITE tentang pencemaran nama baik?

Jaksa menyebutkan, “Kalau memang terdakwa merasa tidak mendapatkan pelayanan yang baik kenapa tidak melaporkan dokter yang merawatnya ke polisi, bukannya menulis email dengan mengatakan dokter tersebut tidak profresional,” ujarnya.  Kalau menurutku ya karena si Ibu Prita udah komplen sana sini, eh malah dipermainkan gitu, udah capek kali ya,, nah tinggal curhat aja ke temen-temennya.

“Sementara di pasal 27 ayat 3 UU ITE, ada kata-kata yang menyebutkan bahwa setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memuat penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.”

“Nah, hak si ibu (Prita) ini sah menurut UU Konsumen, kecuali yang bersangkutan bukan mantan konsumen di situ (RS Omni),” tegas Gatot menggarisbawahi kalimat tanpa hak di pasal 27 ayat 3 UU ITE dan kalimat hak di dalam pasal 4 ayat b UU Perlindungan Konsumen.

Wah ternyata dalam kasus ini pelanggaran terhadap UU ITE lebih kuat daripada perlindungan dari UU konsumen, dengan bukti ibu Prita yang tetap dijatuhi hukuman penjara dan tuntutan untuk membayar Rp 204 juta. Ckckck.. Kok bisa ya?

Saturday, November 21st, 2009

Komentar Thread Membanjir? Jangan Kabur!

Forum di internet apabila sedang hangat-hangatnya sering mengundang komen yang berkepanjangan. Komen yang sangat panjang dan terus-terusan ini apabila harus ditampilkan semuanya dari awal dan akhir akan membuat koneksi yang lama dan pembaca merasa jenuh sebelum selesai membaca semuanya.

Nah, bagaimanakah siasat dari website penyedia forum untuk membuat thread yang panjang nyaman untuk dibaca?

1) Social Network: Plurk dan Facebook
Cara yang digunakan oleh dua social network ini yaitu dengan menampilkan komen yang terbaru saja. Misalnya pada komen foto facebook, yang tampak hanya 10 komen terbaru. Sementara Plurk memiliki teknologi yang sedikit lebih canggih yaitu dengan menampilkan mulai komen yang belum terbaca. Dengan dua contoh cara ini user tidak perlu mengakses semua komentar bersamaan, hanya yang terbaru saja.

2) Kaskus
forum paling hot di Indonesia ini pasti sudah tidak asing kalau komentarnya membludak sampai 10 meter (lho?). nah kalau kaskus ini membagi komentar-komentarnya dalam halaman-halaman. Jadi misalnya dalam satu halaman menampilkan 10 posting. Kaskus tidak perlu menampilkan recent commentsnya karena memang diasumsikan banyak pembaca yang setia pada kaskus. Apalagi dengan sistem semakin banyak posting menaikkan *status sosial* kaskuser. Lagipula Kaskus memang fokus pada thread starter, atau topik utamanya. Seringkali supaya mudah, thread starter memberikan link kepada komen yang bisa memperkuat beritanya dalam bentuk spoiler. Dengan Spoiler juga bisa menghemat besar halaman yang harus diakses.

3) Blog: WordPress, Blogspot, etc
Kalau yang ini menurut saya paling standar banget. Komen ditampilkan dari atas ke bawah, ditampilkan semuanya dengan lengkap. Wah, nggak kreatif ya? Tapi di blog ini ada yang bisa mengkomentari komentar, sehingga tidak perlu menambah komentar baru, jadi lumayan irit bandwidth dan kalau OOT tidak terlalu membingungkan.

4)PLO Style
Paperless office, karena memang ditujukan agar user membaca semua posting yang terjadi, jadi penyajian komennya dibuat yang terbaru berada diatas. dan yang lama cukup mendekam saja di paling bawah:D

Lalu, teknik yang manakah yang baik untuk kondisi internet saat ini?
Wah kalau begini, perlu ada definisi tentang ‘kondisi internet saat ini’. Kalau definisi saya sih, saya generalisir saja, bahwa kondisi internet saat ini membutuhkan kecepatan, karena koneksi internet di Indonesia masih lambat. Kalaupun koneksinya sudah mumpuni atau memiliki kecepatan tinggi, pasti tidak menolak dong kalau suatu website tidak memakan waktu lama untuk diakses.

Oke, kalau kecepatan memang parameternya, berarti pasti kita harus menghemat komen yang perlu ditampilkan. Memakai teknik mengkomentari komentar juga bagus, agar kalau OOT bisa di tracking kembali.

Nah, justru disini saya pengen memperkenalkan jurus menampilkan komentar baru a la Alvi.

teknik komentar dengan hirarkiteknik komentar dengan hirarki, cukup yang dilingkari yang tampil dalam komentar post, yang lain bisa di-dropdown

Teknik ini sedikit mengkombinasikan konsep komentar ke dalam komentar tadi. Intinya semacam komentar yang terhirarki, seperti pada gambar di atas, dari topik DP berkembang pembahasan tentang kacaunya DP, karma dari ipul, dan terbaik buat aldy. Dari ketiga komentar ini, diberi anak komentar dimana bisa konsentrasi membahas anak komentar tadi. Misalnya setuju dengan karma dari ipul, kita menambahkan komentar di bawahnya, dan seterusnya. Dengan teknik ini, topik yang bisa berkembang memang sangat banyaaaak namun yang tertampil adalah generalisasinya, sehingga cukup sedikit saja yang ditampilkan.

Boleh dicoba kan? Ada sarankah?

n.b. tapi menurutku memang sedikit sulit diimplementasikan, karena kalau user akan komentar, ia dituntut ngerti keadaan, jadi ga boleh sembarangan komen di level hirarki yang salah, nanti bisa merusak flow. heheehe. Jadi kalo mau komen, user harus sedikit *mikir* soal kerapian. Tapi gak papa lah, inovasi itu boleh kan?

Saturday, November 21st, 2009

Pemberian Username pada PLO

PLO?

Pernah denger nggak?

Sama, saya juga baru dengar ketika Pak Ketua PPTIK mengajar salah satu mata kuliah di jurusanku. Jadi PLO itu memiliki kepanjangan PaperLess Office, intinya mengubah paper-paper itu menjadi dokumen terupload di sebuah website dan di-share kan dengan anggota yang berkaitan pada institusi tersebut.

Ternyata udah banyak jurusan di UGM yang menggunakan PLO. Manfaatnya banyak, aksesnya lebih mudah.

Nah ternyata ada satu masalah yang muncul ketika kita bermain-main dalam PLO.

Masalah itu adalah, bagaimana sebaiknya memberikan username pada seseorang, apakah lebih baik menggunakan namanya atau jabatannya?

Saya lebih suka menggunakan username jabatan.

Ada beberapa hal yang penting yang perlu saya tekankan.

Pertama, masalah performa kerja. Ketika bekerja, orang akan lebih berlaku profesional ketika ia tidak perlu mengetahui siapakah orang yang berada di jabatan tertentu. Dengan cara ini seseorang akan berlaku adil, memperlakukan koleganya dengan subyektif, tidak obyektif. Cara ini akan mengurangi tindak-tindak kecurangan seperti yang terjadi di Indonesia karena menganut sistem ‘Kekeluargaan’.

Kedua, tidak perlu menghafal nama seseorang dan jabatannya. Bayangkan kalau dalam sistem PLO kita harus menggunakan nama seseorang, otomatis harus menghafalkan jabatan yang dia pegang. Repot dong!! Apalagi kalau seseorang pindah jabatan di tahun kepengurusan yang baru. Berapa kali kita harus menghafal? Cara ini sangat tidak efektif menurut saya.

Sementara untuk masalah pergantian pengurusan yang membuat username seseorang berubah, karena jabatan juga berubah, tentu saja ini mudah. Setiap tahun kepengurusan yang baru, pasti ada saat semua username dan password yang di-reset. Kenapa saya berkata pasti? Ya misalnya kalau seseorang pensiun, pasti dia sudah tidak punya hak sama sekali untuk menggunakan PLO, artinya, memang perlu ada pe-reset-an username dan password tiap tahun.

Begitu? Ada masukan?

Sunday, November 8th, 2009

Gee-SNSD

Aha! Listen Boy My First Love Story
My Angel and My Girls
My sunshine
Oh! Oh! let’s go!

You’re so so handsome
My eyes my eyes are blinded
I can’t breathe because I’m trembling

Gee gee gee gee baby baby baby
Gee gee gee gee baby baby baby

Oh I feel so embarrassed
I can’t look at you
I feel shy because I’ve fallen in love

Gee gee gee gee baby baby baby
Gee gee gee gee baby baby baby

What should I do? (What should I do~) About my trembling heart (My trembling heart)

(Thump thump thump thump) My heart kept thumping
So I couldn’t fall asleep at night

I guess I guess I’m a fool
A fool that knows you, only you
Yes, as I look at you~~

So bright so bright My eyes are blinded no no no no no
So surprised surprised I’m shocked oh oh oh oh oh
So tingly tingly my body is trembling gee gee gee gee gee
Oh glittering eyes (oh yeah~) Oh sweet aroma (oh yeah yeah yeah~)

Oh so so pretty
Your heart is so pretty
I was captured from first glance, caught so closely

Gee gee gee gee baby baby baby
Gee gee gee gee baby baby baby

I can’t touch it because it’s so hot
I’m engulfed by love’s fire completely

Gee gee gee gee baby baby baby
Gee gee gee gee baby baby baby

What should I do (What should I do) because I’m so shy
(No no no no no) I don’t know why but every day I long for only you

My close friends tell me
That I’m really a helpless fool
But as I look at you~~

So bright so bright My eyes are blinded no no no no no
So surprised surprised I’m shocked oh oh oh oh oh
So tingly tingly my body is trembling gee gee gee gee gee
Oh your glittering eyes (oh yeah~) Oh this sweet aroma (oh yeah yeah yeah~)

I can’t even say anything
I’m too embarrassed

Do I not have any courage?
What would be the right thing to do?
Thump thump my heart is anxious as I’m looking at you

So bright so bright My eyes are blinded no no no no no
So surprised surprised I’m shocked oh oh oh oh oh
So tingly tingly my body is trembling gee gee gee gee gee
Oh your glittering eyes (oh yeah~) Oh this sweet aroma (oh yeah yeah yeah~)

So bright so bright My eyes are blinded no no no no no
So surprised surprised I’m shocked oh oh oh oh oh
So tingly tingly my body is trembling gee gee gee gee gee
Oh your glittering eyes (oh yeah~) Oh this sweet aroma (oh yeah yeah yeah~)

CREDITS
Lyrics: e-tribe
Translations: bug, boxclub, cathode@soshified.com/forums
Romanizations: boxclub@soshified.com/forums

Thursday, November 5th, 2009

Tersenyum Lagi

Aku kira selama ini

Bumi telah berhenti berputar

Jiwa hancur bekeping- keping

Dan tak sanggup berdiri lagi

Aku pikir ini selama ini

Ruang hati tertutup sudah

Tanpa ada yang mampu menyentuh

Tapi ternyata semua berakhir

Persembunyian hati ini

Meski waktu lambat bicara

Ku buka kan hati

Perlahan namun pasti

Karna kau yakinkan diriku

Karna kau yang mampu sentuh hatiku

Bumi berputar kini

Oh.. uo.. aku tersenyum lagi

Sunday, September 13th, 2009

Yang Tidak Terlihat dari Facebook

Coba kita tanya pada orang-orang khususnya kaum muda saat ini, tentang website apa yang biasanya mereka buka ketika mengakses internet. Pasti banyak yang akan menjawab Facebook. Facebook sudah menjadi bagian dari hidup banyak orang. Orang membuat suatu dunia baru mewakili diri aslinya yang dituangkan di dunia maya. Namun cara interaksi Facebook ini begitu menarik dan sangat mudah digunakan sehingga membuat kita merasakan suatu kehidupan baru di dunia berbeda (agak berlebihan kah? Tapi memang begitu adanya kan.) Nah dalam blog edisi Data Mining & Data Warehousing ke tiga ini kita akan membahas sedikit tentang apa yang tidak terlihat dari Facebook.

Tidak terlihat bukan berarti tidak ada. Tidak terlihat bisa berarti bisa dirasakan. Coba kita rasakan! Apa saja kah yang baik dan buruk dari Facebook, yang katanya bagian hidup, yang katanya identitas kita di dunia maya. Sudahkah bagian hidup kita itu meningkatkan kualitas hidup kita yang sebenarnya, atau malah membuat hidup kita jadi nggak bener?

Click here to read more

Next Page »